“…MENERIMA HASIL SEKALI SAJA DARI HAMPIR SEMUA
PRODUK, BARANG DAN JASA YANG BERHASIL DI JUAL..”
Menyebalkan bukan...!?
Terus bagaimana jika
orang yang saya referensikan membeli produk itu lagi?
Ya otomatis saya tidak
akan mendapatkan apa-apa... nol... kosong... JENDOL!!
Menyebalkan sekali
bukan...!?!?
“MENJUAL BARANG ATAU
JASA TERUS MENERUS SETIAP BULAN…UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG SAMA!”
Bahkan jika anda
ketahuan PayPal, membayar atau dibayar dari perusahaan apapun yang menggunakan
sistem lebih dari 1 level (multi-level) maka “account” anda akan dibekukan.
Inilah kenyataan pahit
yang harus kita terima kalau kita menjadi seorang affiliate marketer.
Seharusnya kita tetap
mendapatkan hasil dari pembelian produk yang sama, barang ataupun
jasa yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah kita referensikan.
Perasaan Saya Tidak Jauh Berbeda Dengan Anda...
Mungkin, Bahkan Jauh Lebih BURUK
Mungkin, Bahkan Jauh Lebih BURUK
Langsung saja...
Saya benci multi-level
marketing / MLM! Saya membencinya
lebih dari yang anda benci... dan saya selalu membencinya :-(
Sampai-sampai ketika ada
yang telepon menawari multi-level, langsung saya jawab:“Tidak, terima kasih”... kemudian breekkk... LANGSUNG
saya tutup.
Kalau ada yang datang ke
tempat saya, dan ternyata menawari multi-level... langsung saya tolak
mentah-mentah... tidak perduli *siapapun* yang menawari.
Sampai sejauh itu, rasa “alergi” saya terhadap multi-level.
Mungkin sebagian dari
anda juga memiliki perasaan yang sama.
PERBANDINGAN AFFILIATE
MARKETING DAN NETWORK MARKETING
Hasil
|
Single-level
/
affiliate marketing |
Multi-level
/
network marketing |
Yang kita referensikan membeli
produk.
|
v
|
v
|
Yang kita referensikan membeli
produk lagi.
|
X
|
v
|
Yang kita referensikan membeli
produk yang lain.
|
X
|
v
|
Yang kita referensikan,
mereferensikan orang lain (membeli produk).
|
X
|
v
|
Yang kita referensikan,
mereferensikan orang lain (membeli produk lagi).
|
X
|
v
|
Yang kita referensikan,
mereferensikan orang lain (membeli produk yang lain).
|
X
|
v
|
Kalau dilihat dari
perbandingan diatas, sungguh *MENGENASKAN* menjadi seorang affiliate
marketer... karena hanya menerima hasil SEKALI saja
dari produk yang dengan susah payah berhasil kita jual.
Walaupun sistem
multi-level ini jelas-jelas lebih baik, tapi anehnya banyak
orang yang“alergi” dengan sistem seperti ini.
Termasuk saya. Yang
lebih anehnya lagi, saya tidak tahu kenapa -- benar-benar ada sesuatu yang
salah disini...
... tanpa pikir panjang,
saya putuskan untuk melakukan pencarian dan penelitian sekali lagi...
... baca buku, baca
artikel + literatur di internet, dan mengadakan wawancara dengan orang-orang
yang pro dan kontra...
Setelah cukup lama,
akhirnya saya menemukan 3 alasan:
1.
Multi-level “identik” dengan bisnis cari-cari orang.
=
Bukankah di setiap bisnis, kita harus cari orang juga yang
berminat dengan barang dagangan kita... tidak terkecuali bisnis-bisnis di
internet.
Bagaimana jika ada sistem yang mampu membangun
jaringan anda secara OTOMATIS... bahkan ketika anda sedang tidur! Sehingga anda bisa mendapatkanpuluhan
juta rupiah setiap BULANNYA dengan cepat dan mudah!
2.
Banyak yang gagal.
=
Saya ingin bicara blak-blakan, memang banyak pelaku bisnis multi-level yang
gagal... tapi bukankah itu sesuatu yang biasa dalam kehidupan.
Masih
ingatkah ketika kita...
·
... kecil: kita sudah
belajar dengan keras tapi banyak nilai ujian kita yang jelek.
·
... remaja: kita
melakukan pendekatan ke lawan jenis tapi banyak yang ditolak.
·
... dewasa: kita melamar
banyak pekerjaan tetapi banyak juga yang ditolak.
Tapi
apakah pada akhirnya kita tidak lulus sekolah? Tidak mendapatkan pasangan?
Tidak mendapatkan pekerjaan/usaha?
Tentu
TIDAK... akhirnya kita lulus sekolah, ada pasangan, dan ada pekerjaan/usaha.
Gagal hanyalah sebuah
proses yang harus kita lalui sebelum kita bisa mendapatkan apa
yang kita inginkan.
Bagaimana jika ada sistem yang mampu membangun
jaringan anda secara OTOMATIS... bahkan ketika anda sedang tidur! Sehingga anda bisa mendapatkanpuluhan
juta rupiah setiap BULANNYA dengan cepat dan mudah!
3.
Ikut-ikutan atau “latah”.
=
Saya sering mendengar, banyak orang yang anti multi-level... ternyata tidak
pernah menjalankan bisnis multi-level.
Ketika
digali lebih jauh, ternyata mereka hanya mendengar dari orang
lain atau teman mereka. Itulah kenapa ketika ada *trend* baju, film, musik, hp,
dll... banyak orang yang ikut-ikutan atau “latah”.

