Monday, September 21, 2015

AFFILIATE VS NETWORK MARKETING


Kalau boleh jujur, ada kerugian TERBESAR menjadi seorang affiliate marketer...
 “…MENERIMA HASIL SEKALI SAJA DARI HAMPIR SEMUA PRODUK, BARANG DAN JASA YANG BERHASIL DI JUAL..”
Menyebalkan bukan...!?
Terus bagaimana jika orang yang saya referensikan membeli produk itu lagi?
Ya otomatis saya tidak akan mendapatkan apa-apa... nol... kosong... JENDOL!!
Menyebalkan sekali bukan...!?!?
“MENJUAL BARANG ATAU JASA TERUS MENERUS SETIAP BULAN…UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG SAMA!”
Bahkan jika anda ketahuan PayPal, membayar atau dibayar dari perusahaan apapun yang menggunakan sistem lebih dari 1 level (multi-level) maka account anda akan dibekukan.
Inilah kenyataan pahit yang harus kita terima kalau kita menjadi seorang affiliate marketer.
Seharusnya kita tetap mendapatkan hasil dari pembelian produk yang sama, barang ataupun jasa yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah kita referensikan.
Perasaan Saya Tidak Jauh Berbeda Dengan Anda...
Mungkin, Bahkan Jauh Lebih BURUK
Langsung saja...
Saya benci multi-level marketing / MLM! Saya membencinya lebih dari yang anda benci... dan saya selalu membencinya :-(
Sampai-sampai ketika ada yang telepon menawari multi-level, langsung saya jawab:Tidak, terima kasih... kemudian breekkk... LANGSUNG saya tutup.
Kalau ada yang datang ke tempat saya, dan ternyata menawari multi-level... langsung saya tolak mentah-mentah... tidak perduli *siapapun* yang menawari.
Sampai sejauh itu, rasa alergi saya terhadap multi-level.
Mungkin sebagian dari anda juga memiliki perasaan yang sama.
PERBANDINGAN AFFILIATE MARKETING DAN NETWORK MARKETING
Hasil
Single-level /
affiliate marketing
Multi-level /
network marketing
Yang kita referensikan membeli produk.
v
v
Yang kita referensikan membeli produk lagi.
X
v
Yang kita referensikan membeli produk yang lain.
X
v
Yang kita referensikan, mereferensikan orang lain (membeli produk).
X
v
Yang kita referensikan, mereferensikan orang lain (membeli produk lagi).
X
v
Yang kita referensikan, mereferensikan orang lain (membeli produk yang lain).
X
v
Kalau dilihat dari perbandingan diatas, sungguh *MENGENASKAN* menjadi seorang affiliate marketer... karena hanya menerima hasil SEKALI saja dari produk yang dengan susah payah berhasil kita jual.
Walaupun sistem multi-level ini jelas-jelas lebih baik, tapi anehnya banyak orang yangalergi dengan sistem seperti ini.
Termasuk saya. Yang lebih anehnya lagi, saya tidak tahu kenapa -- benar-benar ada sesuatu yang salah disini...
... tanpa pikir panjang, saya putuskan untuk melakukan pencarian dan penelitian sekali lagi...
... baca buku, baca artikel + literatur di internet, dan mengadakan wawancara dengan orang-orang yang pro dan kontra...
Setelah cukup lama, akhirnya saya menemukan 3 alasan:
1.   Multi-level identik dengan bisnis cari-cari orang.
= Bukankah di setiap bisnis, kita harus cari orang juga yang berminat dengan barang dagangan kita... tidak terkecuali bisnis-bisnis di internet.
Bagaimana jika ada sistem yang mampu membangun jaringan anda secara OTOMATIS... bahkan ketika anda sedang tidur! Sehingga anda bisa mendapatkanpuluhan juta rupiah setiap BULANNYA dengan cepat dan mudah!
2.   Banyak yang gagal.
= Saya ingin bicara blak-blakan, memang banyak pelaku bisnis multi-level yang gagal... tapi bukankah itu sesuatu yang biasa dalam kehidupan.
Masih ingatkah ketika kita...
·         ... kecil: kita sudah belajar dengan keras tapi banyak nilai ujian kita yang jelek.
 
·         ... remaja: kita melakukan pendekatan ke lawan jenis tapi banyak yang ditolak.
 
·         ... dewasa: kita melamar banyak pekerjaan tetapi banyak juga yang ditolak.
Tapi apakah pada akhirnya kita tidak lulus sekolah? Tidak mendapatkan pasangan? Tidak mendapatkan pekerjaan/usaha?
Tentu TIDAK... akhirnya kita lulus sekolah, ada pasangan, dan ada pekerjaan/usaha.
Gagal hanyalah sebuah proses yang harus kita lalui sebelum kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
Bagaimana jika ada sistem yang mampu membangun jaringan anda secara OTOMATIS... bahkan ketika anda sedang tidur! Sehingga anda bisa mendapatkanpuluhan juta rupiah setiap BULANNYA dengan cepat dan mudah!
3.   Ikut-ikutan atau latah.
= Saya sering mendengar, banyak orang yang anti multi-level... ternyata tidak pernah menjalankan bisnis multi-level.
Ketika digali lebih jauh, ternyata mereka hanya mendengar dari orang lain atau teman mereka. Itulah kenapa ketika ada *trend* baju, film, musik, hp, dll... banyak orang yang ikut-ikutan atau latah.

Akhirnya saya sadar, alasan ke-3 inilah yang membuat saya merasa alergi -- benar-benar *MENGERIKAN* pandangan orang lain... ketika banyak yang bilang jelek, akhirnya kita bisa terpengaruh juga... meskipun jelas-jelas semua itu salah.


*disadur dari blakblakandotcom